Home

Puisi

baak Gunadarma

Gunadarma

Studentsite

4/13/2011

Prosedur Pendirian Badan Usaha Bidang IT

Mempekerjakan konsultan sudah menjadi hal yang biasa terjadi dalam membangung sebuah bisnis kecil dan menengah untuk mendapatkan pendapatan efek biaya yang rendah. Jika dipertimbangkan dari segi biaya tentunya akan lebih baik kita mempekerjakan pegawai / konsultan sementara (out source) dibandingkan mempekerjakan pegawai tetap yang sudah ahli.
Sebagai pegawai konsultan IT, kita memiliki beberapa pilihan untuk mencari pekerjaan, kita memilih untuk bergabung dalam perusahaan kerja yang akan mengout source atau kira berdiri sendiri sebagai konsultan independent.
Mungkin manfaat terbesar dari freelance konsultan IT adalah selain gaji yang cukup besar, kita juga dapat bekerja hanya bila kita mau

Prosedur pendirian badan usaha di Bidang IT
Pendirian suatu badan usaha dapat berupa BUMN ataupun PT, kedua badan usaha tersebut tidak sembarang dalam pembentukannya. Kedua badan usaha tersebut haruslah berbadan hokum yang jelas agar tidak ada masalah yang akan timbul dikemudian hari. Persyaratan-persyaratan tersbut tertuang dalam peraturan dan perjanjian dan perizinan yang jelas.

1.Pengurusan izin pendirian

Bagi perusahaan skala besar hal ini menjadi prinsip yang tidak boleh dihilangkan demi kemajuan dan pengakuan atas perusahaan yang bersangkutan. Hasil akhir pada tahapan ini adalah sebuah izin prinsip yang dikenal dengan Letter of Intent yang dapat berupa izin sementara, izin tetap hinga izin perluasan. Untk beerapa jenis perusahaan misalnya, sole distributor dari sebuah merek dagang, Letter of Intent akan memberi turunan berupa Letter of Appointment sebagai bentuk surat perjanjian keagenan yang merupakan izin perluasan jika perusahaan ini memberi kesempatan pada perusahaan lain untuk mendistribusikan barang yang diproduksi. Berikut ini adalah dokumen yang diperlukan, sebagai berikut :

• Tanda Daftar Perusahaan (TDP);
• Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP);
• Bukti diri.

Selain itu terdapat beberapa Izin perusahaan lainnya yang harus dipenuhi :

• Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), diperoleh melalui Dep. Perdagangan.
• Surat Izin Usaha Industri (SIUI), diperoleh melalui Dep. Perindustrian.
• Izin Domisili.
• Izin Gangguan.
• Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
• Izin dari Departemen Teknis

2. Pengesahan menjadi badan hukum

Tidak semua badan usaha mesti ber badan hukum. Akan tetapi setiap usaha yang memang dimaksudkan untuk ekspansi atau berkembang menjadi berskala besar maka hal yang harus dilakukan untuk mendapatkan izin atas kegiatan yang dilakukannya tidak boleh mengabaikan hukum yang berlaku. Izin yang mengikat suatu bentuk usaha tertentu di Indonesia memang terdapat lebih dari satu macam. Adapun pengakuan badan hukum bisa didasarkan pada Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD), hingga Undang-Undang Penanaman Modal Asing ( UU PMA ).

3. Penggolongan menurut bidang yang dijalani.

Badan usaha dikelompokkan kedalam berbagai jenis berdasarkan jenis bidang kegiatan yang dijalani. Berkaitan dengan bidang tersebut, maka setiap pengurusan izin disesuaikan dengan departemen yang membawahinya seperti kehutanan, pertambangan, perdagangan, pertanian dsb.

4. Mendapatkan pengakuan, pengesahan dan izin dari departemen lain
yang terkait Departemen tertentu yang berhubungan langsung dengan jenis kegiatan badan usaha akan mengeluarkan izin. Namun diluar itu, badan usaha juga harus mendapatkan izin dari departemen lain yang pada nantinya akan bersinggungan dengan operasional badan usaha misalnya Departemen Perdagangan mengeluarkan izin pendirian industri pembuatan obat berupa SIUP. Maka sebgai kelanjutannya, kegiatan ini harus mendapatkan sertifikasi juga dari BP POM, Izin Gangguan atau HO dari Dinas Perizinan, Izin Reklame,

• Tugas dan lingkup pekerjaan
• Tanggal mulai dan berakhirnya pekerjaan
• Harga borongan pekerjaan

Sumber : http://translate.google.co.id/translate?hl=id&sl=en&tl=id&u=http%3A%2F%2Fwww.gofreelance.com%2Fconsulting%2Fit-consulting-contract.html&anno=2

http://www.slideshare.net/spgumbrella/prosedur-pendirian-pt

Profesi dan Job Desk yang berkaitan di bidang IT


Berikut ini akan dijelaskan mengenai beberapa jenis profesi atau pekerjaan yang berhubungan dengan bidang IT beserta tugas dan tanggung jawab yang diembannya.
Jenis Profesi yang pertama yaitu :
  1. IT Programmer, Bertanggung jawab sebagai pembuat dan pengembang system yang berada di suatu perusahaan, pembutan perangkat-perangkat lunak yang dirasa perlu dalam suatu perusahaan.
  2. Analyst Programmer, merancang, dan menguji program untuk mendukung perencanaan pengembangan aplikasi sistem. Setelah Analyst Programmer merancang suatu program atau project merka akan menyerahkannya ke bagian IT programmer yang hasil akhirnya nani akan dianalisis kembali apakah sudah sesuai dengan keinginan dan tujuan yang ingin dicapai atau belum.  
  3. Web Designer, mengembangkan rancangan design aplikasi web-based beserta isi dari aplikasi tersebut. Konten-konten yang diperlukan sebelumnya sudah di tentukan oleh bagian analyst atau pihak perusahaan, sehingga designer sudah tahu pasti apa saja yang akan dibuatnya.
  4. IT Executive, memelihara standard dan kesiapan sistem / infrastruktur untuk memastikan pengoperasiannya dapat efektif dan efisien, serta menerapkan prosedur IT dan proses untuk memastikan data terproteksi secara maksimum.
  5. IT Support, tanggung jawabnya ialah : mendukung segala kegiatan perkantoran yang menyangkut masalah IT / Komputer Seperti :

      • Menyelesaikan permintaan bantuan IT.
      • Membeli perangkat keras / Komputer karena dianggap mengerti spesifikasi, software dan hal-hal lain yang berhubungan dengan hal tersebut.
      • Instalasi, dan maintenance perangkat keras maupun lunak yang telah tersedia.
    Mengatur dan menyediakan data / informasi yang dibutuhkan untuk pembuatan laporan di setiap department
  6. Network Administrator, Bertanggung jawab mengenai pemasangan, konfigurasi dan perawatan jaringan LAN maupun WAN, yang terdapat di suatu perusahaan sehingga setiap orang di dalam kantor tersbut dapat terkoneksi dengan baik  
  7. Database Administrator, bertanggung jawab untuk administrasi dan pemeliharaan teknis yang menyangkut perusahaan dalam pembagian sistem database.  
  8. IT Administrator, menyediakan administrasi yang meliputi LAN, WAN dan koneksi dial-up, firewall, proxy serta pendukung teknisnya.  
  9.  IT Manager, mengatur kelancaran dari sistem IT, troubleshooting dan membantu organisasi dalam menangani permasalahan IT, dan sesuai dengan pengembangan IT yang baru dalam bidang yang diperlukan dan tugas yang paling penting adalah sebagai pengambil keputusan dalam suatu tindakan yang akan diambil. 
  10. Bussiness Development Manager, secara umum mengetahui kebutuhan akan pelanggan, memiliki ketajaman yang diperlukan dalam menopang dan menguntungkan bisnis, serta mempunyai kemampuan luas yang mampu menyerap dan berkomunikasi jelas tentang bisnis kompleks serta konsep teknologi.
  11. Account Manager, bertanggung jawab untuk kemajuan penjualan suatu solusi dan / atau produk serta target pendapatan.  
  12. ERP Consultant, memberikan konsultasi teknis pada implementasi solusi ERP, dan harus mempunyai beberapa pengetahuan tertentu dalam rangka memetakan proses. Biasanya orang yang bekerja di bidang ini sudah memiliki pengalaman yang cukup lama di bidang ERP  
  13. Helpdesk Analyst, menjadi pendukung end user ketika mengalami suatu masalah yang nantinya akan diteruskan ke bagian pengembang baik melalui email atau informasi lainya yang nantinya akan dilakukan berbagai perbaikan, setelah masalah terpecahkan maka bagian helpdesk akan menginformasikan kepada end user tersbut.  
  14. Systems Engineer, menyediakan rancangan sistem dan konsultasi terhadap pelanggan, memberikan respon terhadap permintaan technical queries serta dukungannya, dan melakukan pelatihan teknis ke pelanggan dan IT administrator.
  15. Profesi dan Job Desk Bidang IT di Negara Lain
    US :
    1.    Network Administrator, Tidak jauh berbeda dengan yang berada di Indonesia Network Administrtor / Administrator jaringan bertanggung jawab untuk menyiapkan, menginstalasi, dan memonitor jaringan LAN dan WAN, melakukan berbagai evaluasi, pemeliharaan, instalasi, dan tugas-tugas pelatihan untuk memastikan kinerja jaringan komputer perusahaan dan memenuhi kepuasan pengguna.
    2.       IT Manager, Bertanggung jawab memberi arahan dan mengawasi kinerja karyawan, khususnya yang berada di department IT. Mengambil segala keputusan suatu pekerjaan / project yang dikerjakan atau diterima. Selain itu IT manager juga memastikan system berjalan lancar dan menyediakan segala fasilitas pendukung yang diperlukan agar setiap yang berada di departementnya dapat melakuka kerjanya dengan baik. Tentunya IT manager harus memahami dan mengerti setiap pekerjaan yang dilakukan dalam departementnya agar setiap pekerjaan dapat di kontrol dan diawasi.
    3.    Database Administrator, Database Administrator bertugas mengidentifikasi kebutuhan klien dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan melalui data penelitian yang tepat, mengumpulkan data, mengorganisasikannya, dan mengelolanya. Database Administrator mengembangkan database komputer dan mengaturnya, termasuk menulis instruksi yang tepat melalui bahasa pemrograman komputer untuk mengumpulkan dan memilah data yang relevan. Database Administrator memastikan bahwa sistem komputer dan database bekerja dengan baik sebagaimana mestinya, hal ini dikenal sebagai database performance tuning. Database Administrator menguji sistem database untuk memastikan bahwa mereka bekerja dengan benar, memastikan mem-back up data yang dilakukan secara berkala dalam kasus data akan hilang atau hancur, memulihkan data yang hilang atau rusak.
    4.    Programmer Analyst, Bertugas memeriksa / mengaudit pekerjaan IT programmer. Analyst bertanggung jawab untuk menginterprestasi coding pekerjaan Software Engineer dan menjalankannya dengan sebuah komputer, mengujinya, meng-encoding, mendokumentasikan, dan men-debug program. Jika masih terjadi kesalahan maka Programmer Analyst akan memetakan kesalahan tersebut dan membuat draft apa saja yang harus dilakukan dan menentukan metode pengerjaannya yang selanjutnya akan diserahkan kepada IT programmer.
    5.    Project Manager, Seringkali terdiri dari tim departemen user, wakil perusahaan departemen IT, komputer dan vendor jaringan, software OS dan vendor database dan vendor aplikasi, IT Project Manager membawa semua sumber daya yang diperlukan bersama-sama untuk komisi sistem baru dalam waktu singkat dan dengan biaya minimal bagi perusahaan. Mengambil keputusan dalam segala tindakan dalam project.
    6.    System Engineer, Memastikan bahwa semua sistem perusahaan berfungsi dengan lancar, memastikan bahwa setiap karyawan perusahaan semakin mampu untuk data tertentu, dan memastikan bahwa departemen IT perusahaan berjalan lancar.



    Sumber
http://www.pdfqueen.com/html/aHR0cDovL3pha2ktbWF0aC53ZWIudWdtLmFjLmlkL21hdGVtYXRpa2E

4/02/2011

COCOMO (Constructive Cost Model )

Constructive Cost Model (COCOMO) Merupakan algoritma estimasi biaya perangkat lunak model yang dikembangkan oleh Barry Boehm. Model ini menggunakan rumus regresi dasar, dengan parameter yang berasal dari data historis dan karakteristik proyek proyek saat ini.
  

Sejarah Singkat COCOMO

COCOMO pertama kali diterbitkan pada tahun 1981 Barry Boehm W. 's Book ekonomi Software engineering sebagai model untuk memperkirakan usaha, biaya, dan jadwal untuk proyek-proyek perangkat lunak. Ini menarik pada studi dari 63 proyek di TRW Aerospace mana Barry Boehm adalah Direktur Riset dan Teknologi Perangkat Lunak pada tahun 1981. Penelitian ini memeriksa proyek-proyek ukuran mulai dari 2.000 sampai 100.000 baris kode, dan bahasa pemrograman mulai dari perakitan untuk PL / I. Proyek-proyek ini didasarkan pada model pengembangan perangkat lunak waterfall yang merupakan proses software umum pembangunan di 1981.

Referensi untuk model ini biasanya menyebutnya COCOMO 81. Pada tahun 1997 COCOMO II telah dikembangkan dan akhirnya diterbitkan pada tahun 2000 dalam buku Estimasi Biaya COCOMO II Software dengan COCOMO II. adalah penerus dari COCOMO 81 dan lebih cocok untuk mengestimasi proyek pengembangan perangkat lunak modern. Hal ini memberikan lebih banyak dukungan untuk proses pengembangan perangkat lunak modern, dan basis data proyek diperbarui. Kebutuhan model baru datang sebagai perangkat lunak teknologi pengembangan pindah dari batch processing mainframe dan malam untuk pengembangan desktop, usabilitas kode dan penggunaan komponen software off-the-rak. Artikel ini merujuk pada COCOMO 81.


Pengertian COCOMO

COCOMO terdiri dari tiga bentuk hirarki semakin rinci dan akurat. Tingkat pertama, Basic COCOMO adalah baik untuk cepat, order awal, kasar estimasi besarnya biaya perangkat lunak, namun akurasinya terbatas karena kurangnya faktor untuk memperhitungkan perbedaan atribut proyek (Cost Drivers). Intermediate COCOMO mengambil Driver Biaya ini diperhitungkan dan Rincian tambahan COCOMO account untuk pengaruh fase proyek individu.

Model Jenis COCOMO
 
Ada tiga model cocomo, diantaranya ialah:

1. Dasar Cocomo
Dengan menggunakan estimasi parameter persamaan (dibedakan menurut tipe sistem yang berbeda) upaya pengembangan dan pembangunan durasi dihitung berdasarkan perkiraan DSI.

Dengan rincian untuk fase ini diwujudkan dalam persentase. Dalam hubungan ini dibedakan menurut tipe sistem (organik-batch, sebagian bersambung-on-line, embedded-real-time) dan ukuran proyek (kecil, menengah, sedang, besar, sangat besar).

Model COCOMO dapat diaplikasikan dalam tiga tingkatan kelas:
  • Proyek organik (organic mode) Adalah proyek dengan ukuran relatif kecil, dengan anggota tim yang sudah berpengalaman, dan mampu bekerja pada permintaan yang relatif fleksibel.
  • Proyek sedang (semi-detached mode)Merupakan proyek yang memiliki ukuran dan tingkat kerumitan yang sedang, dan tiap anggota tim memiliki tingkat keahlian yang berbeda
  •  Proyek terintegrasi (embedded mode)Proyek yang dibangun dengan spesifikasi dan operasi yang ketat 
Model COCOMO dasar ditunjukkan dalam persamaan 1, 2, dan 3 berikut ini:

   keterangan :
  • E          :  besarnya usaha (orang-bulan)
  • D         :  lama waktu pengerjaan (bulan)
  • KLOC  :  estimasi jumlah baris kode (ribuan)
  • P           :  jumlah orang yang diperlukan.  
2. Intermediate Cocomo
Persamaan estimasi sekarang mempertimbangkan (terlepas dari DSI) 15 pengaruh faktor-faktor; ini adalah atribut produk (seperti kehandalan perangkat lunak, ukuran database, kompleksitas), komputer atribut-atribut (seperti pembatasan waktu komputasi, pembatasan memori utama), personil atribut ( seperti aplikasi pemrograman dan pengalaman, pengetahuan tentang bahasa pemrograman), dan proyek atribut (seperti lingkungan pengembangan perangkat lunak, tekanan waktu pengembangan). Tingkat pengaruh yang dapat diklasifikasikan sebagai sangat rendah, rendah, normal, tinggi, sangat tinggi, ekstra tinggi; para pengganda dapat dibaca dari tabel yang tersedia. 


3. Detil Cocomo
Dalam hal ini adalah rincian untuk fase tidak diwujudkan dalam persentase, tetapi dengan cara faktor-faktor pengaruh dialokasikan untuk fase. Pada saat yang sama, maka dibedakan menurut tiga tingkatan hirarki produk (modul, subsistem, sistem), produk yang berhubungan dengan faktor-faktor pengaruh sekarang dipertimbangkan dalam persamaan estimasi yang sesuai. Selain itu detail cocomo dapat menghubungkan semua karakteristik versi intermediate dengan penilaian terhadap pengaruh pengendali biaya pada setiap langkah (analisis, perancangan, dll) dari proses rekayasa PL


Sumber :

1. http://haryanto.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/16705/estimas1.pdf

2. http://kur2003.if.itb.ac.id/file/Manajemen%20Proyek.pdf

3. http://iwayan.info/Lecture/PengelProySI_S1/BukuAjar/PPSI_BAB13.pdf

4. http://www.dicyt.gub.uy/pdt/files/6.2.1_-_cocomo_model.pdf

5. http://www.ifi.uzh.ch/req/courses/seminar_ws02/reports/Seminar_4.pdf

6. http://www.cs.uwaterloo.ca/~apidduck/se362/Lectures/cocomo.pdf