Home

Puisi

baak Gunadarma

Gunadarma

Studentsite

2/20/2010

Mengenal Virus /Kido

Mengenal Virus atau Worm Downadup / Kido / Konficker

Virus Downadup sudah menjangkiti jutaan komputer di seluruh dunia. Ia menulari komputer melalui password jaringan, software Windows yang belum di-patch, dan terutama melalui USB stick. Karena virus ini dapat men-disable auto update dari Microsoft dan perusahaan-perusahaan anti virus, maka sistem kekebalan komputer Anda menjadi lemah dan rentan terhadap serangan-serangan dari luar.

Bagaimana mengetahui apakah komputer kita sudah terserang virus ini?
Biasanya setelah men-scan komputer dengan anti virus, kita akan mendapati warning yang menyatakan bahwa komputer kita sudah terinfeksi oleh Downadup, Kido, atau Conficker, yang biasanya disebutkan dengan nama-nama sebagai berikut:

• Net-Worm.Win32.Kido
• W32/Conficker.worm.gen
• Worm.Conficker
• W32.Downadup
• W32/Downadup.AL
• W32/Confick-A
• Win32/Conficker.A
• Mal/Conficker
Lalu terjadi connection dan Windows Errors, antara lain:
• Auto update dari Microsoft dan auto update anti virus berulang kali gagal
• Tidak dapat meng-update Windows Defender
• Munculnya random errors “svchost”
• Tidak dapat browsing ke situs-situs yang menyediakan penangkal untuk virus ini (misalnya tidak bisa browsing ke www.microsoft.com)
Selain itu, layanan-layanan Windows tidak dapat bekerja, misalnya:
• wuauserv: Windows Automatic Update Service
• BITS: Background Intelligent Transfer Service
• wscsvc: Windows Security Center Service
• WinDefend: Windows Defender Service
• ERSvc: Windows Error Reporting Service
• WerSvc: Windows Error Reporting Service

baru itu saja yang saya tahu, jika rekan-rakan ada masalah lain akibat virus bisa ditambahkan :)
SPERTI YANG ENGKAU MAU
kutinggalkan apa yang kusenangi
demi untuk apa yang kau sukai
aku tahu ku takkan mampu
menjadi SPERTI YANG ENGKAU MAU
namun selama aku bernyawa
aku kan mencoba menjadi seperti yang engkau minta

Kenapa kita harus belajar bahasa Indonesia?

 


     Mengapa kita masih harus mempelajari bahasa Indonesia? Bahasa yang selama ini kita gunakan sehari-hari, dari kita masih kecil sampai dewasa seperti sekarang ini?. Bahasa merupakan suatu bentuk alat komunikasi yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Pertanyaannya sekarang, apakah kita sudah menggunakannya dengan baik dan benar? Mungkinkah kita sering salah dalam penggunaan bahasa yang dari kecil sudah kita gunakan?

      Pada kenyataannya sering kita dapatkan nilai bahasa Indonesia kita lebih kecil daripada nilai bahasa inggris atau bahasa lain yang kita dapat di sekolah atau pada saat kita kuliah. Mengapa demikian? hal tersebut tentu dikarenakan kurang akan pemahaman terhadap bahasa kita sendiri, bahkan mungkin kosa kasa kita dalam berbahasa indonesia tidak jauh lebih baik bila dibandingkan dalam bahasa lain? Sering kita jumpai seseorang yang kesulitan mengartikan sebuah kata yang sudah umum di dengar, bahkan mungkin dia sering menyebutkannya tapi tidak tahu maknanya. Kita ambil contoh kata sistem, kita sering menyebutkan kata sistem walau mungkin kita tidak tahu apa sebenarnya makna dari kata sistem yang merupakan kata serapan dari luar ini, terkadang kita bingung untuk menjelaskannya walau kita sering mengucapkannya. Untuk itulah mengapa kita perlu mempelajari kembali bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan kaidah EYD yang benar.

     Alasan lain mengapa kita mempelajari bahasa Indonesia adalah karena kita bangga akan bahasa kita sendiri. Bahkan dosen saya pernah berkata bahwa jika kita membuat buku, buatlah buku dengan bahasa Indonesia sehingga jika orang luar ingin mempelajarinya mau tidak mau mereka akan mempelajari bahasa Indonesia terlebih dahulu. Namun tampaknya cukup sulit memaksa mereka untuk mempelajari bahasa Indonesia karena selama ini saya belum menemukan buku yang diterbitkan dan dibuat oleh orang Indonesia yang sudah terkenal mendunia. Namun dosen saya ditingkat berikutnya adalah seorang dosen yang sudah mempunyai banyak pengalaman di luar negeri dan ternyata beliau mengajar bahasa Indonesia di Australia. Hal ini memberi harapan dan semangat baru untuk kita. Jika orang luar negeri saja belajar bahasa Indonesia, apakah kita mau berdiam diri untuk tertinggal dengan bahasa milik kita sendiri?