Home

Puisi

baak Gunadarma

Gunadarma

Studentsite

2/20/2010

Kenapa kita harus belajar bahasa Indonesia?

 


     Mengapa kita masih harus mempelajari bahasa Indonesia? Bahasa yang selama ini kita gunakan sehari-hari, dari kita masih kecil sampai dewasa seperti sekarang ini?. Bahasa merupakan suatu bentuk alat komunikasi yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Pertanyaannya sekarang, apakah kita sudah menggunakannya dengan baik dan benar? Mungkinkah kita sering salah dalam penggunaan bahasa yang dari kecil sudah kita gunakan?

      Pada kenyataannya sering kita dapatkan nilai bahasa Indonesia kita lebih kecil daripada nilai bahasa inggris atau bahasa lain yang kita dapat di sekolah atau pada saat kita kuliah. Mengapa demikian? hal tersebut tentu dikarenakan kurang akan pemahaman terhadap bahasa kita sendiri, bahkan mungkin kosa kasa kita dalam berbahasa indonesia tidak jauh lebih baik bila dibandingkan dalam bahasa lain? Sering kita jumpai seseorang yang kesulitan mengartikan sebuah kata yang sudah umum di dengar, bahkan mungkin dia sering menyebutkannya tapi tidak tahu maknanya. Kita ambil contoh kata sistem, kita sering menyebutkan kata sistem walau mungkin kita tidak tahu apa sebenarnya makna dari kata sistem yang merupakan kata serapan dari luar ini, terkadang kita bingung untuk menjelaskannya walau kita sering mengucapkannya. Untuk itulah mengapa kita perlu mempelajari kembali bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan kaidah EYD yang benar.

     Alasan lain mengapa kita mempelajari bahasa Indonesia adalah karena kita bangga akan bahasa kita sendiri. Bahkan dosen saya pernah berkata bahwa jika kita membuat buku, buatlah buku dengan bahasa Indonesia sehingga jika orang luar ingin mempelajarinya mau tidak mau mereka akan mempelajari bahasa Indonesia terlebih dahulu. Namun tampaknya cukup sulit memaksa mereka untuk mempelajari bahasa Indonesia karena selama ini saya belum menemukan buku yang diterbitkan dan dibuat oleh orang Indonesia yang sudah terkenal mendunia. Namun dosen saya ditingkat berikutnya adalah seorang dosen yang sudah mempunyai banyak pengalaman di luar negeri dan ternyata beliau mengajar bahasa Indonesia di Australia. Hal ini memberi harapan dan semangat baru untuk kita. Jika orang luar negeri saja belajar bahasa Indonesia, apakah kita mau berdiam diri untuk tertinggal dengan bahasa milik kita sendiri?




Topik PI (Penulisan Ilmiah)

     Setelah mencari reverensi dari berbagai sumber untuk menentukan topik apa yang akan saya angkat sebagai materi penulisan ilmiah (PI) saya, akhirnya saya memutuskan untuk membuat sistem pengenalan wajah manusia sebagai sensor akses masuk ke komputer pribadi, sehingga pengguna dapat meningkatkan pengamanan pada komputer pribadinya tersebut guna melindungi data-data pribadi yang mungkin bersifat rahasia dan tidak ingin dilihat atau dibaca oleh orang lain.

   Cara kerja sistem ini cukup sederhana yaitu mencocokan wajah pemilik komputer pribadi dengan data yang sudah dibuat sebelumnya. Jika ternyata bentuk wajah tidak cocok maka orang tersebut tidak dapat mengakses masuk pada komputer atau laptop tersebut. Peningkatan analisa sistem ini masih terus diuji agar tingkat keberhasilan bekerjanya alat ini dapat terus ditingkatkan, karena sebenarnya bentuk wajah manusia itu berbeda-beda dan tidak ada satupun yang sama.

    Sistem ini menggunakan 3 lapis untuk menganalisa wajah manusia sehingga memperkecil tingkat kesalahan pada sistem. Pendeteksiannya antara lain :

  1. Ekstraksi warna kulit.
     Deteksi awal ini berguna untuk membedakan warna kulit seseorang sebelum dia mengakses masuk ke sebuah komputer namun ini hanya bersifat deteksi awal saja karena sulit untuk memastikan warna kulit bahkan pada orang yang sama, karena hal ini tergantung pada tempat orang tersebut mengakses komputer, karena ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi ketepatan pendeteksian ini diantaranya adalah faktor pencahayaan.

     2.    Analisis Fuzzy

     Setelah kandidat obyek wajah didapat, berikutnya perlu dilakukan proses identifikasi pada tiap-tiap obyek apakah ia merupakan citra wajah atau bukan. Selanjutnya bila ia adalah citra wajah, perlu juga dilakukan lokalisasi letak dari landmark wajah. Disini akan digunakan analisa fuzzy untuk medeteksi wajah, yang mana informasi warna, bentuk, simetri dan fitur landmark digunakan sebagai input. Untuk mengkuantisasi inputan ini, dibangun fungsi keanggotaan fuzzy untuk tiap-tiap fitur tersebut. Nilai keanggotaan fuzzy memberikan
indikasi ‘kecocokan’ obyek terhadap fitur yang sedang dievaluasi. Akhirnya proses agregasi fuzzy dilakukan untuk mendapatkan nilai fuzzy total. 
 

Setelah dilakukan analisis fuzzy menjadi

 

     3.  Graph Matching dengan algoritma genetika

     Pada analisis ini akan dipetakan sebuah wajah manusia letak-letak seluruh objek apa saja yang terdapat diwajah manusia tersebut, dimana letak mata, letak hidung, mulut dan lain sebagainya serta menghitung jarak antara obejek yang satu dengan objek lain sehingga mengurangi tingkat kesalahan yang akan terjadi. Berikut adalah prosesnya :


 

Kekurangan sistem ini
     Sistem ini membutuhkan sebuah alat penangkap gambar seperti webcam yang tidak semua orang memiliknya dirumah, sehingga tidak semua orang dapat menggunakan fasilitas sistem ini, namun dengan semakin berkembangnya teknologi yang berdampak semakin murahnya peralatan komputer, maka saya yakin tidak sulit untuk mendapatkan alat penangkap gambar untuk melengkapi komputer merka yang sekarangpun harganya sudah semakin murah.



Autobiografy

          Saya dilahirkan pada tanggal 12 Agustus 1989 dari rahim seorang ibu berdarah sunda di sebuah Rumah sakit di Jakarta. Diberinya nama pada bayi yang baru lahir itu Fariz Budi Gumelar, dengan harapan saya dapat menjadi anak yang berbudi dan berakhlak baik. Saya adalah anak ke-4 dari 4 bersaudara yang semuanya laki-laki.

          Orang tua saya keduanya berasal dari Jawa Barat, ibu saya berasal dari kota Kuningan namanya Cucu Suwangsih dan ayah saya berasal pula dari kota Kuningan namun lain desa, ayah saya berasal dari Desa Garawangi. Mereka teramat sayang kepada anak-anaknya oleh karenanya sayapun juga teramat sayang terhadap mereka. Suatu hal yang merupakan ciri mereka yang khas adalah selalu mengingatkan kami anak-anaknya agar selalu bersatu baik dalam keadaan duka maupun suka, saling mencintai satu sama lain.

          Saya mulai mengenyam bangku pendidikan saat umur 5 tahun. Saat itu ibu mendaftakan saya di Tk Aisyah 4 yang letaknya tidak jauh dari rumah. Setelah 2 tahun berlalu saya melanjutkan pendidikan di SD Negeri Depok Baru 3, dimana ketiga kakak sayapun alumni dari SD tersebut. Beda usia saya dengan kakak saya yang ke-3 adalah 11 tahun. Cukup jauh memang, tapi saya merasa nyaman karena ada yang melindungi saya. Di SD prestasi saya boleh dibilang cukup baik karena selalu mendapat peringkat juara 5 besar. Setelah lulus saya diterima di SMP favorit dimana ketiga kakak sayapun alumni dari SMP tersebut. Pada saat itu untuk masuk ke SMP tersebut cukup sulit, disamping saingan yang sangat banyak juga patokan nilai yang harus diraih juga cukup tinggi yakni 40.00 atau rata-rata nilai 8. Alhamdulillah NEM saya pada saat itu 41.40 dan diterima di SMP tersebut, namanya SMP Negeri 2 Depok. Disanapun saya selalu mendapat peringkat 5 besar. Setelah lulus saya melanjutkan di SMA Negeri 5 Depok, di SMA ini saya mengikuti 5 kegiatan organisasi. Untuk membentengi diri dari pergaulan saya mengikuti ROHIS. Disinilah saya menemukan ketenangan dan kedamaian dalam pergaulan. Berbeda dengan yang berada diluar sana. Prestasi sayapun boleh dikatakan cukup baik, saya selalu meraih peringkat 3 besar.

          Setelah lulus SMA saya memutuskan untuk kuliah dan mengambil jurusan Sistem informasi karena sesuai dengan hobi saya yang senang bergelut dengan komputer. Saya berkuliah di Universitas Gunadarma pada tahun 2007. Indeks Prestasi Komulatif (IPK) yang saya raih saat ini cukup memuaskan, yaitu 3.54 dan saya masih terus berusaha agar dapat meningkatkan kemampuan dan prestasi saya.