Home

Puisi

baak Gunadarma

Gunadarma

Studentsite

3/28/2012

MARI BERGABUNG DENGAN POJOKPULSA - PULSA MURAH


Selamat datang di blog saya. Sebagai Mahasiswa yang baru lulus tentunya banyak hal yang ingin saya lakukan terutama untuk menambah penghasilan. Walaupun saat ini saya sudah bekerja, nampaknya tanpa ada bisnis kecil-kecilan, pendapatan saya cuma stack disitu saja. Mulai dari itu, saya mulai mencari-cari apa bisnis yang cocok untuk saya, yang bisa terus saya pantau tanpa harus mengganggu kerjaan saya. Saya pun diajak pacar saya untuk ikut menjadi member pojokpulsa. Sebenarnya saya juga sudah pernah ikut bisnis pulsa sejenis ini, namun terkendala dengan jaringan dari pihak sana, sehingga kadang bisnis saya tersendat di saat saya mengingkan bertransaksi. Semenjak itu, saya sudah malas untuk mengisi saldo di pulsa tempat saya bernaung. Namun, beberapa bulan ini, pacar saya memparalel kan nomor ponsel saya ke member pojokpulsa nya. Transaksinya cepat sekali, dan banyak fitur-fitur serta produk baru di pojokpulsa, seperti Token PLN. Token PLN ini sangat membantu keluarga saya dalam memenuhi kebutuhan listrik, tanpa harus pusing mencari lokasi yang menjual Token PLN ini. Dan saat ini, saya akui banyak keuntungan yang saya peroleh semenjak diajak bergabung di pojokpulsa.
Nah, karena saya ingin berbisnis sendiri juga, tanpa parallel dari member pacar saya, saat ini saya sudah resmi menjadi anggota pojokpulsa sendiri. Mungkin, untuk saat ini saya hanya akan memulainya dengan modal kecil. Namun saya yakin, akan sukses, karena peminat pulsa dikalangan masyarakat banyak sekali. Baru-baru ini, saya dengar juga kalau pojokpulsa mempunyai Voucher Game Online. Ini juga menjadi produk yang menjanjikan. Sebagai member pemula, keberadaan webreport juga membantu loh. Disana kita bisa lihat update harga pulsa terbaru, transaksi yang pernah dan gagal kita lakukan. Semuanya lengkap. Dan ternyata setelah saya bandingkan dengan harga-harga pulsa yang lain, ternyata harganya murah-murah juga. Tambah yakin untuk berbisnis disini. Oh iya, sekedar info untuk teman-teman yang membaca blog saya. Pojokpulsa mempunyai akun twitter loh untuk bisa mendapatkan pulsa gratis. Ya, namanya @pojoktweet. Buruan gabung dengan pojokpulsa dan follow twitter nya. Pasti banyak untungnya.

6/01/2011

Sertifikasi Keahlian dalam Bidang Teknologi dan Informasi

Beberapa sertifikasi terkenal di bidang IT Sekuriti berbasiskan produk
Checkpoint Certified Security Administrator/Engineer 

Anda dapat menjadi seorang Checkpoint Certified Security Administrator (CCSA). CCSA mengerti produk firewall dari Checkpoint yaitu FireWall-1 dan dapat melakukan instalasi serta men-set-up konfigurasi sederhana. Untuk menjadi certified, tinggal mengikuti pelatihan dari Checkpoint yaitu “Introduction to FireWall-1 Management” serta ujiannya. Anda juga harus mempunyai pengetahuan dibidang Unix atau Windows, teknologi jaringan, komunikasi internet, dan TCP/IP. Sertifikasi ini disertai dengan akses gratis ke Checkpoint technical support staff untuk 3 kali insiden, plus sebuah CD referensi teknis SecureNet. Setelah itu, anda dapat meneruskan ke tingkat lebih lanjut yaitu CheckPoint Certified Security Engineer (CCSE), yang ditujukan pada engineer yang mengatur beberapa sistem FireWall-1 sekaligus, dengan cara mengikuti pelatihan dari Checkpoint yaitu “Advanced FireWall-1 Management.”. Disini anda akan belajar cara meng-implementasi kebutuhan firewall secara maksimal untuk kelas perusahaan menengah dan besar. Kelulusan disertai dengan tambahan support sebanyak 5 kali insiden dari Checkpoint plus 1 (satu) tahun subscription dari SecureNet. Sertifikasi untuk produk CheckPoint lainnya juga ada, yaitu FloodGate dan Meta IP. Certified professionals diharuskan untuk mengikuti terus ujian-ujian tentang produk baru untuk menghindari disebut sebagai pensiunan karena sudah ketinggalan pengetahuan baru tentang produk tersebut. Lebih lanjut dapat di lihat di http//www.checkpoint.com/services/education/certification.html
Network Associates Certifications
Network Associates (www.nai.com/var/cert.asp) menawarkan NetworkAssociates Certified Professional (NCP) terhadap produk-produk dari NAI untuk partner. Persyaratan sertifikasinya membutuhkan dipenuhinya kelas Partner Services dan testing melalui Sylvan Prometrics. Produk lingkup meliputi PGP, Gauntlet NT, dan CyberCop.
Axent Certifications 

Pada bulan Januari 1999, AXENT (www.axent.com/training) mengumumkan program sertifikasi AXENT Enterprise Security Professional (AESP). Sertifikasi ini meliputi semua produknya yang akan di fasilitasi oleh SecureNetwork Consulting (http://www.snc-inc.com/), subsidiari AXENT. Program ini menggunakan scenario keamanan dalam real-world serta solusi hands-on yang meliputi 2 (dua) level:
  • Level 1, Enterprise Security Practitioner—4 (empat) kelas AXENT dan ujian praktek dan tertulis (1-2 hari).
  • Level 2, Enterprise Security Architect—Lulus level 1 (satu), 4 (empat) kelas AXENT, 2 (dua) courses dari vendor sekuriti lain, dan ujian praktek dan tertulis (1-2 hari).
Sayangnya, pada waktu saya mencoba melihat dan mencari di website mereka baru-baru ini; sepertinya belum terdapat perkembangan baru mengenai hal ini (apa masih diteruskan?).
Cisco Certifications
Cisco (www.cisco.com) juga memiliki beberapa sertifikasi untuk produk sekuritinya - yang sayangnya, karena keterbatasan waktu saya belum dapat menuliskan hal tersebut disini.
Beberapa sertifikasi terkenal di bidang IT Sekuriti berbasiskan industri
Certified Information Systems Security Professional (CISSP) 

Common Body of Knowledge atau CBK dari keamanan sistem informasi menjadi basis dari International Information Systems Security Certification Consortium, atau ISC2 (http://www.isc2.org/). Standar seperti BS17779 dan ISO7799 menjadi dasar dari CBK. Ujiannya dibuat oleh badan testing professional dan selalu di revisi/diperbaharui sesuai perkembangan di industri IT sekuriti. Untuk menjadi seorang Certified Information Systems Security Professional (CISSP), anda harus lulus ujian yang terdiri dari 250 pertanyaan multiple-choice yang harus diselesaikan dalam waktu 6 (enam) jam! Ujiannya meliputi 10 (sepuluh) dasar dari CBK yaitu:
  • Access Control Systems & Methodology
  • Computer Operations Security
  • Cryptography
  • Application & Systems Development
  • Business Continuity & Disaster Recovery Planning
  • Telecommunications & Network Security
  • Security Architecture & Models
  • Physical Security
  • Security Management Practices
  • Law, Investigations & Ethics
Anda juga harus memiliki pengalaman minimal 3 (tiga) tahun dalam salah satu dasar CBK diatas, belum pernah melakukan tindakan kriminal dan menjunjung tinggi apa yang disebut Code of Ethics. Umumnya yang mengejar sertifikasi ini antara lain adalah auditor IS, konsultan, vendor, penyelidik, dan instruktur yang memerlukan pengetahuan keamanan IS secara lengkap dan menyeluruh serta mengaplikasikan pengetahuan tersebut. Biaya ujiannya US$395 dan dilakukan di seluruh dunia di tempat-tempat asosiasi dan universitas yang bekerja sama dengan ISC2 secara periodic dalam setahun. Re-sertifikasi di haruskan setiap 3 (tiga) tahun yang didapat dengan cara mengikuti kelas-kelas pelatihan secara terus-menerus (continuing) tentang keamanan IS yang total lamanya minimal 120 jam. Saat ini, baru 1 (satu) orang Indonesia yang mempunyai sertifikasi ini.
Certified Information Systems Auditor 

Information Systems Audit and Control Association ISACA (www.isaca.org/cert1.htm) mensponsori Certified Information SystemsAuditor (CISA) yang telah ada sejak tahun 1978. Umumnya sertifikasi ini juga di kejar oleh IS auditor, control, dan juga para professional di bidang IT sekuriti. Persyaratannya adalah lulus ujian, mengikuti Code of Professional Ethics dari ISACA dan membuktikan bahwa telah berpengalaman minimal 5 (lima) tahun di bidang IS audit, kontrol atau yang berhubungan dengan IT sekuriti.
Ujian selama 4 (empat) jam yang terdiri dari 200 pertanyaan multiple-choice, dan hanya dilakukan di bulan Juni setiap tahunnya. Ujiannya meliputi: standar-standar dan praktisi dari IT audit; sekuriti dan kontrol; strategi IS, policy, prosedur, dan praktisi manajemen; platform hardware dan software untuk IS; jaringan dan telekomunikasi; data validasi, development, akuisisi, dan maintenance. 25 contoh pertanyaan dapat dicoba di www.isaca.org/examsamp.htm. Juga di butuhkan persyaratan yang mirip CISSP dalam re-sertifikasi dan ditambah iuran tahunan untuk asosiasi.
Certified Internet Webmaster

Tipe ketiga dari sertifikasi ini umumnya sertifikasi yang ditawarkan oleh badan pelatihan. Sebagai contoh adalah Certified Internet Webmaster. Tidak berbasiskan pada produk tertentu dan tidak juga berbasis pada suatu bidang industri tertentu, program Certified Internet Webmaster yang difasilitasi oleh Prosoft Training (www.prosofttraining.com/certification/ciwcertification.htm) ini menawarkan suatu track untuk professional di bidang sekuriti. Sertifikasi ini memerlukan keharusan untuk mengikuti beberapa kelas dan ujian yang dilakukan oleh Sylvan Prometric. Track tersebut tadi menempatkan seorang professional dibidang sekuriti sebagai seorang yang mampu mengimplementasikan security policy, mengidentifikasikan ancaman keamanan, men-develop countermeasures menggunakan sistem firewall dan teknologi attack-recognition, serta bertanggung jawab dalam men-deploy solusi-solusi transaksi e-business dan keamanan pembayaran. Persyaratan sertifikasi yaitu, lulus suatu ujian dasar, lulus ujian internetworking professional, and lulus ujian security professional yang kesemuanya ditentukan oleh badan training tersebut. Sangat disarankan untuk mengikuti kelas dari Prosoft yaitu ‘Eight days of security-related program’ sebelum mengikuti ujian.
Makin luas makin bagus 

Pada kenyataannya, pengetahuan dan kemampuan haruslah lebih diperhitungkan dari pada titel diatas kertas, tapi terkadang anda harus memiliki keduanya. Apalagi jika anda adalah seorang auditor atau konsultan. Sebagai seorang professional, sertifikasi yang kita miliki haruslah merefleksikan kemampuan kita yang sebenarnya. Salah satu cara adalah memilih sertifikasi yang menekankan pada pengetahuan suatu industri yang luas dan memerlukan pengalaman dalam jangka tertentu sebagai persyaratan. Dengan demikian, dengan disandangnya sertifikasi tersebut, membuktikan bahwa anda telah memenuhi persyaratan untuk mendapatkan sertifikasi tersebut.
Tetapi, kembali lagi semuanya tergantung anda, tulisan ini hanyalah sebagian dari hasil pengalaman dan pencarian saya untuk membantu rekan-rekan di bidang IT sekuriti dalam memutuskan apakah anda memang memerlukan suatu sertifikasi? dan jika ya, sertifikasi apakah yang dapat menunjang pekerjaan dan karir anda?




Sertifikasi di bidang IT sekuriti belum tentu menjamin di terimanya anda dalam suatu pekerjaan tapi yang pasti akan membantu anda meningkatkan posisi dan reputasi anda. Dalam dunia IT, sertifikasi merupakan hal yang bisa penting tapi juga bisa dibilang tidak.Apalah artinya, jika seseorang dapat lulus ujian MCSE tapi tidak dapat tahu bedanya antara Internet Domain dan Windows Domain? Jika mau membuat diri kita berbeda, membutuhkan respek dalam pekerjaan, dan (terus terang) jika mau mendapatkan pendapatan lebih, kita harus berbuat lebih dari pada sekedar mengejar sertifikasi saja. Kita perlu meningkat pengalaman, dedikasi dan kerja keras serta mengikuti perkembangan. Seperti umumnya dimana pun, yang lebih penting dari sertifikasi itu sendiri adalah kemampuan yang sebenarnya dan pengetahuan yang mendasar diberbagai informasi mengenai bidang tersebut. Di bidang IT sekuriti, ada beberapa sertifikasi yang tersedia dan memang bertujuan mendalami hal penting yang disebutkan sebelumnya.

Berbasiskan Produk VS Berbasiskan Industri

Di bidang IT security, sertifikasi terbagi menjadi 2 (dua) tipe umum: berbasiskan produk dan berbasiskan industri. Sertifikasi yang berbasiskan produk membuktikan bahwa anda telah mempelajari (sampai tingkat tertentu) dan cukup memahami suatu produk sehingga berhasil melalui ujian yang dikeluarkan oleh pembuat produk. Sertifikasi jenis ini umumnya tidak menunjukan apakah anda tepat di suatu jabatan tertentu dalam perusahaan atau tidak. Juga belum tentu menjamin bahwa anda dapat menjalankan produk tersebut tanpa hambatan. Kenyataannya, beberapa sertifikasi jenis ini lebih mengarah kepada keuntungan perusahaan produk tertentu karena: dengan makin banyaknya minat terhadap sertifikasi berbasiskan produknya, berarti posisi produknya semakin kuat dan semakin menjadi standar. Tentunya tidak ada salahnya kalau anda mengambil sertifikasi ini, apalagi jika kebetulan anda bekerja pada suatu perusahaan produk tersebut atau perusahaan yang membuat produk tersebut sebagai standar dalam perusahaannya. Hal ini juga belum tentu membuat anda akan mendapatkan pekerjaan lain yang lebih baik, tapi paling tidak anda dapat meningkatkan pengetahuan dan reputasi.
Sertifikasi berbasiskan industri arahnya lebih luas. Sertifikasi jenis ini biasanya lebih di dorong oleh adanya kebutuhan mendalam terhadap suatu standar yang digunakan secara umum di suatu bidang tertentu. Sertifikasi di bidang networking contohnya, tidak menekan pada suatu produk tertentu tetapi lebih kepada kelas dan fungsi dari produk serta konsepnya. Sertifikasi dibidang industri biasanya di perkenalkan oleh organisasi-organisasi yang independent yang berdedikasi dalam menetapkan suatu standar pengetahuan atau dikenal dengan istilah Common Body of Knowledge. Terkadang suatu asosiasi khusus dibentuk untuk mem-fasilitasi ujiannya yang meliputi, pertanyaan-pertanyaan, jangka waktu, format, dan lain-lain. Di samping adanyaa dukungan dari industrinya, organisasi ini pun didukung juga oleh perusahaan yang mempekerjakan orang-orang certified tersebut serta orang-orang itu sendiri. Ambil contoh, sertifikasi ‘dokter’ dan ‘SH’, banyak persyaratan untuk mendapat sertifikasi tersebut, maupun dalam menyandang sertifikasi tersebut di pekerjaan, seperti adanya kode etik, ikatan dokter/ikatan pengacara dan lain-lain.
Sertifikasi berbasiskan industri menekankan perlunya pengalaman sebelum dapat mengikuti ujian, serta diharuskan untuk terus mengikuti perkembangan di dunia industri tersebut. Sedangkan sertifikasi berbasiskan produk memerlukan pengetahuan tentang suatu produk yang kuat, tanpa mempersoalkan dasar atau sudah diterimanya oleh suatu standar atau belum tentang pengetahuan tersebut. Setiap ujian dari versi baru produk tersebut umumnya memberikan sertifikasi baru. 

Sumber : Jasakom
http://www.cert.or.id/~budi/articles/sertifikasi-it-ppaume-apjii-01.doc
http://fkmkppu.com/download_referensi//Perlukah%20Sertifikasi%20di%20Bidang%20IT%20Sekuriti.doc

5/17/2011

Kriteria Manager Project yang Baik

Suatu perencanaan dengan program yang tertata dengan baik akan menghasilkan output yang baik pula. Baik dalam arti ketika perencanaan tersebut diaplikasikan, oknum-oknum yang berperan, bisa menjalankan tugas sesuai dengan peran masing-masing dan dilakukan dengan semaksimal mungkin. Tapi dalam menjalankan setiap peran yang dibebankan tersebut, organisasi harus mempunyai aturan dan juga harus diawasi oleh pihak independent yang dipilih dengan suatu kriteria tertentu agar perencanaan yang dibuat, bisa dilakukan sesuai dengan arahan. Disinilah disebut dengan manager. Dalam mengatur suatu organisasi, ada beberapa kriteria yang mesti dilakukan oleh seorang manajer. Diantaranya, ada beberapa kriteria seperti:
  1. Mampu memilih pekerja berdasarkan dari kemampuannya dengan pertimbangan utama pada kepribadian pekerjanya.
  2. Mampu membagi tugas kepada pekerjanya sesuai dengan kemampuan dan menciptakan kondisi lingkungan kerja sehingga pekerja pemula dapat belajar dari pekerja ahli.
  3. Dapat menumbuhkan motivasi pada pekerjanya misalnya dengan selalu memberikan komentar baik yang diimbangi dengan masukan dan kritikan.
Jika kriterianya demikian akan menjadi sesuatu yang sangat baik bagi manajer untuk dapat memahami kepribadian seseorang disamping memiliki kemampuan di bidang yang sedang dipegangnya. Jika tidak maka bisa jadi proyek yang dipegangnya akan menghadapi badai topan tanpa kesiapan awak kapal untuk menahan terjangan ombak yang akan berakibat "Manager memang tak selamanya bisa indah, Manager juga bisa berubah menjadi sakit" ( baris kalimat yang terakhir ini jangan terlalu dipikirkan, penulis sendiri juga kurang mengerti).

Manajemen Proyek merupakan pengelolaan sumber daya manusia. Komunikasi dan teamworking yang buruk, kurangnya dukungan manajemen atau buruknya perencanaan merupakan alasan utama kegagalan. Kesuksesan sebuah proyek tergantung dari siapa yang mengelolanya. Dengan demikian diperlukan seorang manajer yang dapat bekerja aktif, dinamis dan efektif.
Tuntutan untuk menguasai pengetahuan dan keterampilan manajemen proyek bagi para manajer akan meningkat di masa datang. Untuk itu, para manajer perlu memahami dan mengantisipasi peran apa yang akan dilakukan dalam masa mendatang.
Semua manajer proyek akan menangani semua hal yang berkaitan dengan proyek yang dipegangnya. Begitu pentingnya factor human capital dalam kesuksesan sebuah proyek, maka akan kita bahas beberapa karakteristik seorang manajer proyek yang efektif termasuk di dalamnya kemampuan-kemampuan apa saja yang harus dikuasainya.

Ada kalanya seorang manajer proyek menjadi pemimpin dan sebaliknya, oleh karena itu manajer proyek harus mampu membedakan mana yang akan dipimpin dan mana yang akan dikelola dan juga akan lebih baik jika menggabungkan keduanya. Ada perbandingan di antara keduanya jika ingin ditelaah lebih dalam; managers do things right, leaders do the right things (Tjiptono&Diana, 2003). Maksudnya adalah untuk posisi manajer, usaha untuk melakukan sesuatu dengan benar ditekankan, akan tetapi bagi seorang pemimpin, melakukan sesuatu yang benar dari beberapa alternatif itulah yang diwajibkan.

Shtub (1994) menggambarkan diagram kemampuan yang penting untuk dimiliki oleh seorang manajer proyek. Diantaranya adalah:
  • Budgeting and Cost Skills
Manajer proyek dituntut untuk memiliki pengetahuan dalam hal analisis biaya proyek, analisis kelayakan investasi agar keuangan proyek dapat berjalan optimal sesuai dengan keinginan penyedia dana.
  • Schedulling and Time Management Skills
Manajer proyek dituntut untuk dapat mengelola waktu secara baik agar proyek dapat selesai tepat waktu seperti yang diharapkan. Untuk mengelola waktu ini manajer proyek harus mendefinisikan aktivitas-aktivitas yang diperlukan, misalnya dengan teknik WBS atau Work Breakdown Structure. Selain itu manajer proyek harus mampu memperkirakan waktu bagi setiap aktivitas secara realistis. Hal ini memerlukan kordinasi dengan tim proyek untuk menentukan estimasi berapa alam aktivitas tersebut dilakukan. Kemudian, manajer proyek harus mengatur waktu peringatan untuk mengindikasikan tanggal-tanggal kritis selama proyek berlangsung.
  • Technical Skills
Kemampuan teknis melingkupi pengetahuan dan pengalaman dalam hal proyek itu sendiri, dengan mengetahui prosedur-prosedur dan mekanisme proyek. Kemampuan teknis biasanya di dapat dari penimbaan ilmu khusus di bangku formal, misalnya Institut Manajemen Proyek, dan sebagainya.
  • Leadership Skills
Kepemimpinan menjadi salah satu peranan penting yang dimiliki oleh seorang manajer proyek. Apa yang dilakukan oleh manajer proyek menandakan bagaimana seharusnya orang lain atau timnya bekerja. Dengan ini manajer proyek dapat mempengaruhi bagaimana orang lain dapat bertindak dan bereaksi terhadap isu-isu proyek.
  • Resource Management and Human Relationship Skills
Manajer proyek perlu memahami akibat dari kegagalan dalam mengelola sumber daya, oleh karena itu perlu kehati-hatian dalam menempatkan sumberdaya yang ada dan menjadwalkannya. Hal ini membutuhkan kemampuan untuk membangun jaringan social dengan orang-orang yang terlibat di dalam proyek, seperti para stakeholder. Seorang manajer proyek yang efektif harus mampu untuk menempatkan diri dalam memberikan keterbukaan dan persahabatan dengan pihak lain, salah satunya dengan menjadi pendengar yang baik.
  • Communication Skills
Perencanaan sebuah proyek akan menjadi tidak berguna ketika tidak ada komunikasi yang efektif antara manajer proyek dengan timnya. Setiap anggota tim harus mengetahui tanggung jawab mereka.
  • Negotiating Skills
Untuk memperoleh simpati dan dukungan dari manajemen atas, kemampuan negosiasi dititik beratkan disini. Tapi, manajer proyek harus memahami kepentingan manajemen atas sehingga dengan pemahaman ini manajer proyek dapat melakukan bargaining dengan pemikiran yang tenang dan jernih untuk memperoleh apa yang diinginkan. Selain kemampuan komunikasi yang baik, negosiasi juga memerlukan strategi dalam menarik dukungan manajemen atas atau sponsor mereka, bagaimanapun, pihak yang bernegosiasi harus dapat melihat loyalitas sang manajer terhadap mereka, baru kemudian akan muncul kepercayaan.
  • Marketing, Contracting, Customer Relationship Skills
Kemampuan menjual tidak hanya dimiliki oleh marketer saja, akan tetapi manajer proyek harus memiliki kemampuan untuk memasarkan hasil proyeknya, karena akan sangat tragis ketika sebuah proyek yang sukses secara implementatif, tetapi outputnya tidak dibutuhkan oleh para penggunanya. Dalam konsep TQM, kunci utama untuk mengidentifikasi kebutuhan pelanggan adalah komunikasi secara terus-menerus antar pelanggan maupun antar tim proyek (Tjiptono&Diana, 2003).
  • Problem Solving
Kemampuan manajer dalam menyelesaikan masalah secara efektif dan efisien.
Hal tersebut memang tidak mengherankan karena posisi Manajer Proyek memegang peranan kritis dalam keberhasilan sebuah proyek terutama di bidang teknologi informasi. Setidaknya ada 3 (tiga) karakteristik yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat kualifikasi seseorang untuk menjadi Manajer Proyek yaitu:
1. Karakter Pribadinya
  1. Memiliki pemahaman yang menyeluruh mengenai teknis pekerjaan dari proyek yang dikelola olehnya.
  2. Mampu bertindak sebagai seorang pengambil keputusan yang handal dan bertanggung jawab.
  3. Memiliki integritas diri yang baik namun tetap mampu menghadirkan suasana yang mendukung di lingkungan tempat dia bekerja.
  4. Asertif
  5. Memiliki pengalaman dan keahlian yang memadai dalam mengelola waktu dan manusia.
2. Karakteristik Kemampuan Terkait dengan Proyek yang Dikelola
  1. Memiliki komitmen yang kuat dalam meraih tujuan dan keberhasilan proyek dalam jadwal, anggaran dan prosedur yang dibuat.
  2. Pelaksanakan seluruh proses pengembangan proyek IT sesuai dengan anggaran dan waktu yang dapat memuaskan para pengguna/klien.
  3. Pernah terlibat dalam proyek yang sejenis.
  4. Mampu mengendalikan hasil-hasil proyek dengan melakukan pengukuran dan evaluasi kinerja yang disesuaikan dengan standar dan tujuan yang ingin dicapai dari proyek yang dilaksanakan.
  5. Membuat dan melakukan rencana darurat untuk mengantisipasi hal-hal maupun masalah tak terduga.
  6. Membuat dan menerapkan keputusan terkait dengan perencanaan.
  7. Memiliki kemauan untuk mendefinisikan ulang tujuan, tanggung jawab dan jadwal selama hal tersebut ditujukan untuk mengembalikan arah tujuan dari pelaksanaan proyek jika terjadi jadwal maupun anggaran yang meleset.
  8. Membangun dan menyesuaikan kegiatan dengan prioritas yang ada serta tenggat waktu yang ditentukan sebelumnya.
  9. Memiliki kematangan yang tinggi dalam perencanaan yang baik dalam upaya mengurangi tekanan dan stres sehingga dapat meningkatkan produktifitas kerja tim.
  10. Mampu membuat perencanaan dalam jangka panjang dan jangka pendek.
3. Karakteristik Kemampuan Terkait dengan Tim yang Dipimpin
  1. Memiliki kemampuan dan keahlian berkomunikasi serta manajerial.
  2. Menghormati para anggota tim kerjanya serta mendapat kepercayaan dan penghormatan dari mereka.
  3. Berbagi sukses dengan seluruh anggota tim.
  4. Mampu menempatkan orang yang tepat di posisi yang sesuai.
  5. Memberikan apresiasi yang baik kepada para anggota tim yang bekerja dengan baik.
  6. Mampu mempengaruhi pihak-pihak lain yang terkait dengan proyek yang dipimpinnya untuk menerima pendapat-pendapatnya serta melaksanakan rencana-rencana yang disusunnya.
  7. Mendelegasikan tugas-tugas namun tetap melakukan pengendalian melekat.
  8. Memiliki kepercayaan yang tinggi kepada para profesional terlatih untuk menerima pekerjaan-pekerjaan yang didelegasikan darinya.
  9. Menjadikan dirinya sebagai bagian yang terintegrasi dengan tim yang dipimpinnya.
  10. Mampu membangun kedisiplinan secara struktural.
  11. Mampu mengidentifikasi kelebihan-kelebihan dari masing-masing anggota tim serta memanfaatkannya sebagai kekuatan individual.
  12. Selalu terbuka atas hal-hal yang mendorong kemajuan.
  13. Memahami secara menyeluruh para anggota tim yang dipimpinnya dan mengembangkan komunikasi efektif di dalamnya. 
  14. Mampu menyusun rencana, mengorganisasi, memimpin, memotivasi serta mendelegasikan tugas secara bertanggung jawab kepada setiap anggota tim.
  15. Mendayagunakan setiap elemen pekerjaan untuk menstimulasi rasa hormat dari para personil yang terlibat dan mengembangkan sisi profesionalisme mereka.
  16. Menyediakan sedikit waktu untuk menerima setiap ide yang dapat meningkatkan kematangan serta pengembangan dirinya.